26 September 2014

KULIAH ??? KENAPA HARUS YA…. ???



Sukses, siapa sih orang yang gak mau sukses. Pengusaha mau di bilang sebagai ‘pengusaha sukses’, guru mau dibilang ‘guru yang sukses’, tukang ojek payung juga mau di bilang ‘ojek payung yang sukses’ sampai – sampai nanti pun waria mau di bilang sebagai ‘waria sukses’. (Tolllooonng kiamat sudah dekatt…. ).
Gue kadang mikir apa sih arti kata ”SUKSES” itu? Kalo menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia SUKSES = berhasil, tercapai, bisa sehingga dapat gue simpulkan, sukses itu adalah tahap dimana seseorang berhasil mencapai intensitas kehidupan yang lebih baik. Tetapi sebelumnnya gue mau tanya nih, ‘INTENSITAS’ itu sendiri apa sih??? Entahlah gue juga gak tau, biar keliatan keren aja gue pake kata itu. Ya intinya sukses itu kita berhasil dalam bidang yang kita tekuni sekarang.
Gue kadang berpikir kalo orang pintar itu  pasti sukses, tapi setelah gue liat temen gue (sebut saja cecep) yang menurut gue IQ nya kaya belalang sembah, tenyata punya nasib yang mujur. Waktu gue tanya setelah lulus dulu :
Gue             : Cep, lo abis lulus mau ngapain?
Cecep          : Suka – suka gue donk mau ngapain…
Gue             : Serius gue, mau kemane lo abis lulus nih?
Cecep          : Gue mah simple, ngurus kedai makan warteg bokap gue.
Gue             : Sipp deh, semoga sukses ya…
Gue pribadi awalnya gak pernah yakin si cecep bisa mejalani bisnis itu dengan baik, soalnnya dulu pernah ada pengalaman saat si cecep  berbisnis kaos – kaos bola, awalnnya sih dia sangat antusias buat menjual kaos – kaos tersebut dengan harga Rp. 50.000/ per kaos, tetapi karena kebutuhan dia yang binal itu lama – lama dia obral kaos nya dengan harga Rp15.000 /2 kaos #Ngenes. Akhirnnya, dia di kejar – kejar oleh distributor kaos karena gak bisa menstorkan uang hasil penjualan kaos yang ia jual. Alhasil bukannya dapet “untung malah buntung” dan cecep pun menangis di atas tower “TELKOM” buat meratapi kegalauannya. Tetapi nasib pun berkata lain, setelah berapa tahun tidak berjumpa, gue secara gak sengaja bertemu dia di Bandar Lampung dan berbincang dengan dia di sebuah café megah. Penampilan wajah si cecep sih menurut gue gak ada berubah sama sekali, tapi yang membedakan cecep yang dulu dengan sekarang adalah pakaian distro yang mewah dan wangi parum yang bikin cewe – cewe terpesona dan ngacir pengen nyium ketek dia #KorbanIklan. Akhirnya tanpa basa – basi gue pun berbincang – bincang layaknya kawan lama yang udah 100 tahun gak bertemu. #LebayModeOn.
“woy brooo, apa kabar, what’s up dude?? Gimana sekarang? Kerja apa kuliah lo cep?”

“whitts za, beh kabar baik gue, alhamdulilah masih di profesi yang dulu dengan porsi yang sama juga hehehe, loe gimana kuliahnya? Lancar? Sini – sini nyantai dulu sambil minum kopi”

“(sambil duduk) yeaaaa, gitu deh, kalo kuliah ya gitu - gitu aja,  gimana warteg lo? Makin maju apa udah bangkrut ???” tanya gue sambil tertawa.

“(sambil tersenyum), yeahhh, ini lo lagi merasakan indahnnya cafe warteg gue. gimana rasanya?”
Gue pun mendadak mimisan mendengar si Cecep bilang bahwa café megah ini punya dia dan dengan nada gak percaya dan gak rela, gue pun bilang:
“Hahh,… gak salah lu Cep??? Ini café lo?” tanya gue penasaran.

“iya, za. Tu liat namanya gehhh…”
Gue, pun langsung ngacir kedepan kafe buat mastiin nama kafe tersebut dan ternyata benar ada papan, se’gede tapir nempel di dinding depan kafe yang berisi tulisan:
“CAFÉ WARTEHG N’CEP GORBACEP”
Wowww amazing, gue hanya bisa merasa kagum dengan si Cecep, ternyata dibalik ke’ndesoannya terdapat suatu keberhasilan yang yang luar biasa terpancar dalam kehidupannya. Padahal dia cuma seorang anak penjual warung makan pingiran, tetapi dengan kerja keras yang luar biasa dia pun dapat mengubah nasib sebuah warteg menjadi café MEGAH tanpa kuliah. YA, TANPA KULIAH MENN!!! Gue pun mengalami migren ringan akibat melihat kesuksesan si Cecep dan setelah sadar bahwa waktu mulai sore, gue pun berpamitan dengan dia untuk segera pulang ke rumah, karena jarak Pringsewu dan Bandar Lampung lumayan jauh jika ditempuh naik motor. Setelah pertemuan gue sama si Cecep minggu lalu, minggu depannya gue bertemu dengan kakak kelas gue waktu SMA di sebuah mini market dekat kos – kosan teman gue. Sebut saja namanya Toni. Toni adalah mahasiswa S-1 jurusan Hukum di sebuah universitas swasta di Bandar Lampung. Tapi waktu gue bertemu dengan dia, gue menemukan kejanggalan dalam penampilan si Toni. Toni yang seharusnya memakai jas dan celana yang mecing, tetapi yang gue liat sekarang malah berpenampilan seperti sales yang punya jam terbang tinggi. Ternyata setelah gue tanya – tanya soal kerjaan, akhirnya Toni mengaku bahwa dia bekerja di Alfamart lantaran lapangan pekerjaan yang sekarang memang sulit di cari.
Akhirnya setelah gue melihat kejadian yang terjadi itu gue bisa menyimpulkan bahwa sebuah “gelar” yang kita cari – cari di bangku perkuliahan itu ternyata gak bisa dijadikan jaminan buat dapat meraih kesuksesan di dunia pekerjaan kita masa depan. Walaupun kita kuliah sampe S-3 pun, kalau kita memang gak punya suatu kreativitas maka kita gak bakalan sukses dan hanya bakal jadi sia – sia aja gelar yang sudah kita cari dan tempuh itu, ya intinya mau jadi apakah kita selanjutnya gak bisa di tentuin dari kuliah atau tidak ,tapi ujung – ujungnya kembali ke individunya apakah dia berani untuk melangkah kreatif dan inovatif sehingga dapat mencapai kesuksesan itu dengan sendirinya, tau dia mau statis (diam) atau bahkan mundur kebelakang dengan hasil bakal merana seumur hidup.
Jadi gue pun udah mengubah jalan pikirian gue yang awalnya “kuliah itu untuk mencari gelar dan pekerjaan” menjadi “kuliah itu untuk mempersiapkan gue menjadi pribadi yang lebih kreatif dan inovasi”, sehingga nantinya bukan gue lah yang mencari pekerjaan tetapi pekerjaan lah yang mencari gue. Karena dalam dunia pekerjaan itu tidak hanya butuh orang pintar, tetapi dalam dunia pekerjaan itu membutuhkan orang – orang yang kreatif dan berani berinovasi.

Oke, karena gue udah bingung mau nulis apa lagi, sekian dan terimakasih :D 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar